Home » Blog » MONDIAL dan Mangmoel Satukan Berlian, Pita, dan Seni Rajut
MONDIAL
Fashion

MONDIAL dan Mangmoel Satukan Berlian, Pita, dan Seni Rajut

MONDIAL dan Mangmoel Satukan Berlian, Pita, dan Seni Rajut MONDIAL kembali mempertemukan dunia perhiasan berlian dengan seni Indonesia lewat peluncuran koleksi terbaru MONDIAL Dreams. Tahun ini, merek perhiasan tersebut menggandeng Mangmoel, seniman kontemporer bernama asli Mulyana yang dikenal melalui karya crochet art berskala besar dan karakter ikonis Mogus. Koleksi ini mengambil inspirasi dari siluet pita, lalu menerjemahkannya ke dalam perhiasan berlian yang dibuat untuk merayakan pencapaian, ikatan personal, dan keberanian mengejar impian.

MONDIAL Dreams Hadir dengan Inspirasi Pita

Koleksi MONDIAL Dreams tahun ini mengangkat bentuk ribbon atau pita sebagai inspirasi utama. Dalam berbagai budaya, pita sering hadir pada momen penting, seperti pembungkus hadiah, penanda perayaan, simbol garis akhir sebuah pencapaian, hingga pemanis dalam acara istimewa. Highend Magazine mencatat MONDIAL Dreams terbaru menonjolkan perhiasan berlian dengan desain pita dan nilai simboliknya sebagai pusat koleksi.

Pilihan pita memberi wajah yang lembut, tetapi tetap kuat. Bentuknya sederhana, mudah dikenali, dan dekat dengan banyak orang. Pada perhiasan, pita dapat diterjemahkan menjadi lengkung yang elegan, simpul yang rapi, serta gerak visual yang terasa ringan. Di tangan perancang perhiasan, bentuk itu tidak berhenti sebagai ornamen, tetapi menjadi bahasa desain yang memberi kedalaman pada cincin, kalung, anting, gelang, dan liontin.

Media Indonesia melaporkan koleksi terbaru ini berbeda dari edisi sebelumnya yang lebih menonjolkan fleksibilitas gaya dan eksplorasi fancy shape diamonds. Kali ini, MONDIAL memberi panggung utama kepada siluet pita sebagai lambang aspirasi dan pencapaian.

Menggandeng Mangmoel, Seniman Rajut yang Mendunia

Kolaborasi dengan Mangmoel menjadi bagian paling menarik dari peluncuran ini. Mangmoel dikenal sebagai seniman Indonesia yang membawa crochet art ke ruang seni internasional. Ia juga dikenal lewat karakter Mogus, sosok monster gurita bawah laut yang terhubung dengan perhatiannya terhadap ekosistem laut dan terumbu karang Indonesia. Highend Magazine menyebut MONDIAL Dreams with Mangmoel menghadirkan tema Weave Your Dreams, yang melihat impian sebagai sesuatu yang dirajut melalui keberanian, ketekunan, dan dedikasi.

Bulan Madu Dua Lipa, 5 Gaya Simpel yang Jadi Sorotan

Mangmoel bukan hanya menjadi kolaborator visual, tetapi juga memberi jembatan antara seni serat dan perhiasan mewah. Rajutan identik dengan proses yang lambat, teliti, dan penuh pengulangan. Sementara perhiasan berlian membutuhkan presisi tinggi, pemilihan material, dan pengerjaan detail. Dua dunia ini bertemu melalui bentuk pita, yang dapat dibaca sebagai simpul pengikat antara mimpi, usaha, dan pencapaian.

Wolipop Detik melaporkan Mangmoel menjelaskan proses persiapan karya kolaborasi ini berlangsung sekitar satu tahun, sementara pengerjaannya memerlukan sekitar dua bulan. Ia juga menyebut karya tersebut tidak dibuat sendiri, tetapi melibatkan para ibu yang membantu di studionya dan dikenal sebagai Konco Mogus.

“Kolaborasi ini menarik karena MONDIAL tidak hanya meminjam nama seniman, tetapi memberi ruang agar bahasa rajut Mangmoel benar benar masuk ke pengalaman visual koleksi.”

Window Display Eksklusif di Plaza Indonesia

Kolaborasi MONDIAL dan Mangmoel tidak hanya hadir dalam bentuk koleksi perhiasan. Interpretasi artistiknya juga ditampilkan melalui window display eksklusif di butik MONDIAL Plaza Indonesia. Highend Magazine mencatat instalasi tersebut memadukan signature coral installation khas Mangmoel dengan bentuk pita sebagai inspirasi utama koleksi. Karakter Mogus juga dihadirkan dalam sentuhan khusus bergaya MONDIAL Dreams.

Wolipop Detik melaporkan window display eksklusif itu bisa dilihat lebih dekat di butik MONDIAL Plaza Indonesia mulai Kamis, 2 Juli 2026. Di sana, pengunjung dapat melihat bagaimana seni rajutan koral khas Mangmoel disatukan dengan gagasan pita yang menjadi pusat koleksi Dreams tahun ini.

Batik Betawi Gandaria Tolak Print, Cara Perajin Jaga Warisan Jakarta

Kehadiran window display memberi pengalaman berbeda bagi pelanggan. Mereka tidak hanya melihat perhiasan dalam etalase, tetapi juga masuk ke ruang visual yang mengaitkan perhiasan dengan seni. Di titik ini, butik berubah menjadi semacam galeri kecil, tempat berlian, rajutan, karakter Mogus, dan bentuk pita disusun sebagai satu pengalaman estetika.

Dua Belas Desain dalam Lima Seri

Koleksi terbaru MONDIAL Dreams terdiri dari 12 desain perhiasan berlian. Highend Magazine menyebut koleksi itu terbagi dalam lima seri, yaitu Lumièretie, Flowtie, Liaisontie, Aératie, dan Éloratie. Pilihannya mencakup necklace, earrings, rings, bangles, dan pendant.

Media Indonesia juga mencatat lima seri tersebut menampilkan keindahan bentuk pita dalam berbagai jenis perhiasan mewah. Setiap seri menghadirkan tafsir visual yang berbeda terhadap bentuk ribbon, mulai dari simpul yang terasa tegas, garis yang mengalir, hingga bentuk yang lebih ringan dan feminin.

Dua belas desain tersebut membuat MONDIAL Dreams tidak hanya menjadi satu produk tunggal. Koleksi ini disusun sebagai rangkaian yang memberi pilihan bagi pelanggan dengan gaya berbeda. Ada yang menyukai perhiasan kecil untuk pemakaian harian, ada yang mencari statement piece untuk acara formal, ada pula yang tertarik pada perhiasan simbolik sebagai hadiah pencapaian.

Pita sebagai Bahasa Pencapaian

Pita memiliki kekuatan visual karena mampu berbicara tanpa banyak penjelasan. Ia bisa menjadi pengikat hadiah, tanda perayaan, simbol pencapaian, atau aksen yang memperhalus tampilan. Dalam koleksi MONDIAL Dreams, pita dipakai untuk menyampaikan perjalanan seseorang dalam mengejar apa yang ia inginkan.

Batik Tetap Elegan, 10 Cara Styling agar Tidak Terlihat Berlebihan

Desain pita pada perhiasan berlian memberi kesan bergerak. Simpulnya mengingatkan pada ikatan, sementara lekuknya memberi kesan mengalir. Ketika berlian diletakkan pada bentuk seperti ini, pantulan cahaya tidak hanya menonjolkan kilau, tetapi juga memberi rasa hidup pada desain.

Media Indonesia mengutip General Manager MONDIAL Leslie Christian Saputra yang menjelaskan bahwa setiap seri membawa benang merah tentang bagaimana sebuah mimpi diikat dengan keyakinan dan diwujudkan menjadi nyata. Ia juga menyebut desain pita sebagai lambang universal yang kuat bagi para pemimpi.

Seni Rajut Membawa Sentuhan Indonesia

Keterlibatan Mangmoel memberi sentuhan Indonesia yang kuat dalam koleksi ini. Crochet art atau seni rajut bukan sekadar teknik membuat bentuk dari benang. Dalam karya Mangmoel, rajutan sering tumbuh menjadi instalasi besar yang menyerupai dunia bawah laut, koral, organisme imajinatif, dan karakter yang mudah dikenali.

Karakter Mogus menjadi bagian penting dari bahasa visual Mangmoel. Dalam kolaborasi dengan MONDIAL, karakter ini hadir dalam interpretasi khusus sehingga tidak berdiri terpisah dari koleksi. Mogus menjadi jembatan antara dunia seni kontemporer dan perhiasan berlian.

Wolipop Detik mencatat Leslie Christian Saputra mengapresiasi karya Mangmoel yang telah dipamerkan di butik merek internasional, termasuk instalasi untuk LEGO di Denmark serta Hermès di Korea Selatan, Singapura, dan Shanghai. Catatan itu memperlihatkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mengangkat seniman lokal, tetapi juga seniman Indonesia yang telah memiliki rekam jejak global.

Melibatkan Konco Mogus dalam Proses Kreatif

Salah satu sisi yang memberi nilai lebih pada kolaborasi ini adalah keterlibatan Konco Mogus. Mangmoel menyebut dirinya tidak mengerjakan instalasi itu sendirian, melainkan bersama para ibu yang membantu di studionya. Wolipop Detik mencatat pernyataan tersebut disampaikan Mangmoel saat acara di butik MONDIAL Plaza Indonesia.

Keterlibatan perajin perempuan membuat karya ini memiliki lapisan sosial. Rajutan yang tampil di butik mewah tidak lahir dari proses instan, tetapi dari kerja tangan banyak orang. Setiap simpul dibuat dengan ketelitian. Setiap bagian perlu disusun agar membentuk visual yang utuh.

Dalam dunia perhiasan, proses seperti ini sejalan dengan nilai craftsmanship. Berlian membutuhkan seleksi, pemotongan, pengaturan batu, dan finishing. Rajutan membutuhkan kesabaran, pengulangan, dan kepekaan bentuk. Keduanya bertemu dalam satu gagasan, bahwa keindahan terbaik sering lahir dari proses yang teliti.

MONDIAL Menjaga Tradisi Seni dan Perhiasan

MONDIAL bukan baru kali ini menghubungkan perhiasan dengan seni. Wolipop Detik mencatat pada 2023, MONDIAL pernah menggandeng pelukis muda Naufal Abshar untuk menghadirkan instalasi karya seni berbentuk lukisan. Saat itu, pelanggan juga mendapat merchandise eksklusif seperti scarf, coaster, pouch, dan tumbler.

Kolaborasi dengan Mangmoel memperlihatkan bahwa pendekatan tersebut berlanjut. MONDIAL ingin menjadikan perhiasan bukan hanya barang mewah, tetapi juga bagian dari ruang kreatif yang lebih luas. Ketika perhiasan ditempatkan bersama seni kontemporer, pelanggan diajak melihat berlian sebagai bagian dari cerita visual, bukan sekadar benda bernilai tinggi.

Situs resmi MONDIAL juga menampilkan dirinya sebagai dunia perhiasan yang mencakup high jewelry, jewelry, engagement and bridal, gift ideas, serta edukasi tentang berlian. Dari sana terlihat bahwa merek ini bergerak di beberapa kebutuhan pelanggan, mulai dari hadiah, komitmen personal, sampai koleksi berlian mewah.

“Perhiasan mewah akan lebih kuat ketika punya cerita. Berlian memberi kilau, tetapi seni memberi alasan mengapa seseorang ingin menyimpannya.”

Menyasar Pelanggan Muda yang Mencari Cerita

Leslie Christian Saputra menyampaikan bahwa koleksi Dreams disasar pada anak muda. Wolipop Detik mencatat pernyataan itu ketika membahas arah MONDIAL yang ingin terus mempertemukan high jewelry dengan seni kontemporer.

Pelanggan muda sering tidak hanya melihat perhiasan dari ukuran karat atau harga. Mereka juga melihat desain, konsep, latar seniman, cerita kolaborasi, hingga bagaimana sebuah koleksi dapat menjadi bagian dari identitas personal. MONDIAL Dreams with Mangmoel masuk ke ruang itu dengan membawa pita, rajutan, Mogus, dan gagasan Weave Your Dreams.

Pendekatan seperti ini membuat koleksi berlian terasa lebih dekat dengan gaya hidup masa kini tanpa kehilangan kesan mewah. Pita memberi bentuk yang mudah diterima, sementara kolaborasi seni memberi kedalaman visual. Untuk pelanggan yang ingin membeli perhiasan sebagai penanda pencapaian, koleksi ini memberi bahasa yang lebih personal.

Merchandise Eksklusif sebagai Bagian Pengalaman

MONDIAL Dreams with Mangmoel juga hadir dengan merchandise eksklusif. Highend Magazine mencatat karya seni kolaborasi ini hadir dalam bentuk merchandise khusus yang bisa dibawa pulang oleh pelanggan koleksi MONDIAL Dreams. Media Indonesia menyebut merchandise eksklusif tersebut berupa jewelry tray MONDIAL Dreams with Mangmoel.

Merchandise seperti jewelry tray bukan sekadar tambahan. Ia memperpanjang pengalaman kolaborasi ke rumah pelanggan. Perhiasan yang dibeli dapat disimpan pada wadah yang masih terhubung dengan bahasa visual Mangmoel. Dengan begitu, hubungan antara koleksi berlian dan karya seni tidak berhenti di butik.

Hal ini juga menunjukkan cara merek mewah membangun pengalaman pelanggan yang lebih utuh. Pembeli tidak hanya mendapat produk utama, tetapi juga cerita, instalasi, merchandise, dan hubungan emosional dengan seniman yang terlibat.

Perhiasan sebagai Penanda Perayaan Personal

Koleksi MONDIAL Dreams hadir dengan semangat merayakan pencapaian hidup. Dalam kehidupan sehari hari, banyak orang membeli perhiasan untuk menandai momen penting, seperti kelulusan, promosi pekerjaan, ulang tahun, pernikahan, kelahiran anak, atau keberhasilan pribadi yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Pita sebagai bentuk utama koleksi ini cocok dengan fungsi tersebut. Ia dekat dengan hadiah dan perayaan. Ketika pita diterjemahkan ke dalam berlian, simbol tersebut berubah menjadi benda yang bisa dipakai dan disimpan lama. Di sinilah desain menjadi penting, karena perhiasan tidak hanya menghiasi tubuh, tetapi juga menyimpan ingatan.

MONDIAL Dreams memberi ruang bagi pelanggan untuk menafsirkan pencapaian mereka sendiri. Satu orang mungkin melihatnya sebagai hadiah untuk diri sendiri setelah bekerja keras. Orang lain mungkin memakainya sebagai tanda cinta, dukungan, atau komitmen kepada orang terdekat.

Saat Berlian Bertemu Seni Serat

Pertemuan berlian dan seni serat terasa menarik karena keduanya memiliki karakter berbeda. Berlian keras, berkilau, tahan lama, dan identik dengan kemewahan. Serat rajut lembut, lentur, hangat, dan dekat dengan kerja tangan. Ketika dua bahan ini diletakkan dalam satu proyek kreatif, muncul kontras yang membuat koleksi terasa lebih kaya.

Mangmoel membawa kelembutan rajut ke ruang perhiasan. MONDIAL membawa presisi berlian ke dalam cerita seni. Pita menjadi titik temu karena bentuknya bisa lembut dan mewah sekaligus. Dalam instalasi butik, rajutan Mangmoel memperbesar bahasa pita ke skala ruang. Dalam perhiasan, MONDIAL mengecilkannya menjadi objek yang dapat dikenakan.

Koleksi seperti ini memperlihatkan bahwa perhiasan mewah tidak harus berdiri jauh dari seni lokal. Justru ketika seniman Indonesia diberi ruang, koleksi berlian dapat memiliki warna yang lebih dekat dengan identitas budaya dan kreativitas Tanah Air.

Kolaborasi Lokal dengan Ambisi Global

MONDIAL menggandeng Mangmoel pada saat industri perhiasan dan mode semakin banyak mencari kolaborasi lintas bidang. Brand mewah tidak lagi cukup hanya menawarkan bahan mahal. Mereka perlu menghadirkan kisah, pengalaman, dan karya visual yang dapat dibicarakan pelanggan.

Mangmoel adalah pilihan yang tepat karena karya rajutnya mudah dikenali dan sudah memiliki jejak internasional. Wolipop Detik mencatat Mangmoel berharap lebih banyak merek menggandeng seniman lokal dalam berkreasi. Ia juga menyampaikan bahwa karya yang ia hasilkan tidak dibuat sendirian.

Bagi Indonesia, kolaborasi semacam ini memberi nilai penting. Seniman lokal tidak hanya tampil di ruang pamer seni, tetapi juga masuk ke butik perhiasan mewah. Karya mereka dilihat pelanggan baru, dibicarakan media gaya hidup, dan menjadi bagian dari produk yang memiliki pasar lebih luas.

Wajah Baru Perhiasan Berlian Indonesia

MONDIAL Dreams with Mangmoel memberi gambaran tentang arah baru perhiasan berlian di Indonesia. Desain tidak lagi hanya berfokus pada kemewahan formal. Ada ruang untuk permainan visual, kolaborasi seniman, instalasi butik, karakter imajinatif, serta simbol yang dekat dengan kehidupan pelanggan muda.

Koleksi ini juga memperlihatkan bahwa perhiasan bisa bergerak di antara beberapa dunia sekaligus. Ia bisa menjadi hadiah, karya desain, investasi emosional, penanda pencapaian, dan bagian dari perbincangan seni. Pita yang terlihat sederhana berubah menjadi pintu masuk untuk membicarakan kerja keras, impian, ikatan, dan perjalanan personal.

MONDIAL telah memilih Mangmoel untuk memperkaya wajah koleksi Dreams tahun ini. Dari butik Plaza Indonesia, instalasi koral rajut, karakter Mogus, hingga 12 desain berlian dalam lima seri, kolaborasi ini menghadirkan perhiasan sebagai pengalaman yang lebih luas. Di tengah pasar perhiasan yang terus bergerak, MONDIAL Dreams with Mangmoel memberi contoh bahwa kilau berlian dapat menjadi lebih hidup ketika bertemu tangan seniman yang punya bahasa visual kuat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *