Revenge Dress Putri Diana Kembali Dilelang Setelah Hampir Tiga Dekade Salah satu busana paling terkenal yang pernah dikenakan Putri Diana akan kembali masuk ruang lelang. Gaun hitam karya desainer Christina Stambolian yang kemudian dikenal luas sebagai Revenge Dress dijadwalkan dilelang oleh Sotheby’s di New York pada 9 Desember 2026.
Rumah lelang Sotheby’s memperkirakan gaun tersebut dapat terjual antara 150.000 dolar AS sampai 300.000 dolar AS. Penjualan pada Desember nanti menjadi kali pertama gaun asli tersebut kembali ditawarkan melalui lelang sejak Diana menjual koleksi busananya untuk kegiatan amal pada Juni 1997.
Gaun berwarna hitam itu menjadi terkenal setelah Diana mengenakannya ketika menghadiri jamuan penggalangan dana Vanity Fair di Serpentine Gallery, London, pada 29 Juni 1994. Pada malam yang sama, wawancara televisi Pangeran Charles yang membicarakan perselingkuhannya selama pernikahan dengan Diana ditayangkan kepada publik Inggris.
Sejak saat itu, busana tersebut tidak lagi dilihat hanya sebagai gaun malam. Foto Diana yang datang dengan bahu terbuka, gaun hitam pas badan, sepatu hitam, kuku merah, serta kalung choker menjadi salah satu gambar yang paling melekat pada perjalanan hidup Putri Wales tersebut.
Sotheby’s Jadwalkan Lelang pada 9 Desember 2026
Sotheby’s memastikan Revenge Dress akan menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian Luxury Week di New York. Pelelangan secara langsung dijadwalkan pada 9 Desember, setelah gaun menjalani rangkaian pameran di sejumlah kota dunia.
Sebelum tiba di Amerika Serikat, gaun akan lebih dahulu diperlihatkan kepada publik di London pada 18 September sampai 24 September 2026. Jadwal tersebut bertepatan dengan London Fashion Week sehingga Sotheby’s dapat memperkenalkan kembali busana itu di kota tempat Diana pertama kali mengenakannya.
Setelah London, gaun dibawa ke Hong Kong pada 1 Oktober sampai 15 Oktober. Perjalanan kemudian berlanjut menuju Geneva pada 6 November sampai 11 November.
Tahap terakhir berlangsung di New York. Sotheby’s akan memamerkannya mulai 2 Desember hingga 8 Desember di Breuer Building sebelum proses lelang dilaksanakan sehari kemudian.
Rangkaian pameran memberi kesempatan kepada publik melihat langsung busana yang selama puluhan tahun lebih sering dikenal melalui foto. Gaun aslinya hampir tidak pernah muncul di hadapan masyarakat setelah terakhir kali dipamerkan di Paisley Museum, Skotlandia.
Harga Diperkirakan Mencapai 300.000 Dolar AS
Nilai perkiraan antara 150.000 dolar AS dan 300.000 dolar AS menempatkan Revenge Dress sebagai barang koleksi fesyen berharga tinggi. Harga akhirnya tetap bergantung pada jumlah penawar dan seberapa kuat persaingan saat lelang berlangsung.
Barang yang pernah dikenakan tokoh terkenal biasanya mempunyai nilai berbeda dibandingkan busana mewah biasa. Pembeli tidak hanya memperoleh rancangan Christina Stambolian, tetapi juga sebuah benda dengan sejarah kepemilikan yang sangat jelas.
Sotheby’s juga menyertakan salinan langka katalog lelang 1997. Katalog tersebut memiliki nomor khusus serta tanda tangan Diana dan Christina Stambolian. Dokumen itu turut mencatat bahwa Pangeran William disebut sebagai pihak yang memberi gagasan mengenai penjualan koleksi pakaian Diana untuk amal.
Kombinasi antara busana asli, catatan sejarah, foto pemakaian, dan dokumen lelang membuat calon pembeli memperoleh paket yang sulit ditemukan pada koleksi fesyen lain.
Menurut penulis, nilai utama Revenge Dress bukan terletak pada bahan sutranya. Harga tinggi muncul karena benda tersebut terhubung langsung dengan salah satu penampilan publik Putri Diana yang paling banyak dibicarakan sepanjang hidupnya.
Gaun Dirancang Christina Stambolian
Revenge Dress merupakan rancangan Christina Stambolian, desainer kelahiran Yunani yang membangun karier di London. Busana tersebut menggunakan sutra hitam dengan bagian bahu terbuka dan potongan yang mengikuti bentuk tubuh.
Bagian bawah dibuat tidak simetris. Pada salah satu sisi terdapat kain chiffon yang memanjang sehingga memberi gerakan ketika Diana berjalan. Bentuknya jauh lebih berani dibandingkan sejumlah pakaian resmi kerajaan yang biasa dikenakan Putri Wales pada periode sebelumnya.
Diana sebenarnya telah memiliki gaun itu sekitar tiga tahun sebelum akhirnya memakainya pada 1994. Ia sebelumnya menganggap desain Stambolian tersebut terlalu berani untuk dipakai dalam acara publik.
Keputusan berubah pada hari acara Serpentine Gallery. Alih alih memilih pakaian yang lebih tertutup, Diana mengambil gaun Stambolian dari lemari dan menjadikannya pilihan utama malam tersebut.
Christina Stambolian kemudian membandingkan penampilan Diana dengan Odile, karakter angsa hitam dalam Swan Lake karya Tchaikovsky. Perbandingan tersebut merujuk pada perubahan citra dari penampilan yang selama ini dianggap lembut menuju sosok dengan kepercayaan diri lebih kuat.
Diana Sempat Berencana Memakai Valentino
Rencana busana Diana pada malam 29 Juni 1994 sebenarnya berbeda. Ia disebut telah mempertimbangkan sebuah gaun Valentino yang lebih tradisional untuk acara di Serpentine Gallery.
Pilihan itu kemudian berubah pada saat terakhir. Sotheby’s mencatat bahwa Diana menyingkirkan Valentino dan mengambil gaun hitam Stambolian yang selama bertahun tahun belum pernah dipakai di depan publik.
Vogue melaporkan pergantian tersebut juga terjadi setelah informasi mengenai pakaian Valentino lebih dahulu diketahui publik. Diana kemudian memilih sesuatu yang sama sekali berbeda sebelum berangkat menuju acara.
Anna Harvey, penata gaya Diana ketika itu, pernah mengatakan bahwa Diana hanya ingin terlihat sangat menarik pada malam tersebut. Keputusan sederhana mengenai pakaian kemudian menghasilkan salah satu foto fesyen kerajaan yang terus dibicarakan lebih dari tiga dekade kemudian.
Malam yang Sama dengan Wawancara Pangeran Charles
Perhatian besar terhadap Revenge Dress tidak dapat dilepaskan dari peristiwa yang terjadi pada hari yang sama. Ketika Diana bersiap menuju Serpentine Gallery, sebuah wawancara televisi dengan Pangeran Charles dijadwalkan mengudara secara nasional.
Dalam wawancara tersebut, Charles membicarakan perselingkuhan selama pernikahannya dengan Diana. Keduanya pada saat itu sudah berpisah sejak 1992, meski perceraian resmi baru selesai pada 1996.
Informasi mengenai isi wawancara telah beredar beberapa hari sebelumnya. Diana karena itu mengetahui bahwa sorotan media pada malam tersebut akan sangat besar.
Ia mempunyai pilihan untuk tidak menghadiri acara. Namun, Diana tetap datang ke Serpentine Gallery dan tampil di depan barisan fotografer yang menunggu kedatangannya.
Foto foto dari malam tersebut dengan cepat tersebar ke berbagai negara. Media Inggris kemudian memberi sebutan Revenge Dress pada gaun tersebut.
Istilah itu bukan nama yang diberikan Stambolian ketika membuatnya. Sebutan lahir dari cara media menghubungkan penampilan Diana dengan pengakuan Charles yang disiarkan pada malam yang sama.
Detail Penampilan Diana Membuat Gaun Semakin Terkenal
Busana hitam tersebut hanya menjadi salah satu bagian dari keseluruhan penampilan Diana. Ia memasangkannya dengan sepatu hitam, clutch berwarna senada, cat kuku merah, serta kalung choker yang langsung menarik perhatian.
Kalung itu menggunakan mutiara dan sebuah batu safir besar yang dikelilingi berlian. Sotheby’s menyebut bagian utamanya berasal dari bros antik berlian dan safir yang diberikan sebagai hadiah pernikahan oleh Queen Mother.
Diana mengubah bros tersebut menjadi bagian tengah kalung mutiara. Kombinasi antara perhiasan kerajaan dan gaun Stambolian yang lebih berani menghasilkan penampilan yang sangat berbeda dari citra resminya pada awal pernikahan.
Rambut pendek Diana, riasan sederhana, serta warna merah pada kuku membuat perhatian tetap berada pada pakaian dan perhiasan.
Pilihan aksesori juga menunjukkan bahwa Diana tidak meninggalkan seluruh unsur kerajaan. Ia justru menggabungkan perhiasan yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan dengan pakaian yang menunjukkan kebebasan memilih gayanya sendiri.
Gaun Tidak Pernah Dipakai Lagi secara Publik
Meski menjadi salah satu busananya yang paling terkenal, Diana tidak pernah kembali mengenakan Revenge Dress dalam penampilan publik setelah acara Serpentine Gallery.
Gaun tersebut disimpan sampai 1997, ketika Diana memutuskan menjual sejumlah pakaian miliknya melalui lelang amal.
Sebanyak 79 gaun dipilih untuk penjualan tersebut. Dana yang terkumpul diarahkan kepada organisasi yang bergerak dalam penanganan kanker dan AIDS.
Revenge Dress dibeli pasangan Briege dan Graeme Mackenzie. The Washington Post melaporkan harga pembeliannya ketika itu sekitar 40.000 pound sterling.
Pasangan Mackenzie tidak memperlakukannya hanya sebagai koleksi pribadi. Mereka menggunakan gaun tersebut dalam sejumlah kegiatan penggalangan dana di Skotlandia.
Salah satu acara berlangsung di House for an Art Lover di Glasgow. Christina Stambolian turut menghadiri kegiatan tersebut dan menyediakan mantel sutra untuk kegiatan amal tambahan.
Hampir Tiga Dekade Tidak Masuk Pasar
Setelah dibeli pada 1997, Revenge Dress tetap berada di tangan keluarga Mackenzie. Barang tersebut tidak pernah ditawarkan lagi melalui pasar lelang selama hampir 30 tahun.
Briege Mackenzie menjelaskan melalui Sotheby’s bahwa dirinya bersama mendiang suaminya mengetahui sejak awal bahwa gaun tersebut merupakan benda istimewa.
Setelah suaminya meninggal, ia merasa telah tiba waktunya untuk menutup bagian tersebut dalam perjalanan keluarga dan menyerahkan gaun kepada pemilik berikutnya.
Keputusan menjual sekarang membuat pasar koleksi mendapat kesempatan langka. Berbeda dari replika atau kostum televisi, benda yang akan dilelang pada Desember adalah gaun asli yang dikenakan Diana pada 1994.
Keaslian tersebut menjadi faktor penting karena sejumlah versi Revenge Dress pernah dibuat ulang.
Christina Stambolian pernah membuat replika dengan ukuran serta bahan yang sama. Serial The Crown juga membuat kembali busana tersebut untuk Elizabeth Debicki ketika memerankan Diana. Versi produksi televisi kemudian masuk pelelangan kostum pada 2024.
Sebagian Hasil Penjualan Kembali Disalurkan untuk Amal
Tradisi amal yang menyertai Revenge Dress sejak 1997 akan diteruskan dalam penjualan 2026. Sotheby’s menyatakan sebagian hasil lelang akan diberikan kepada NHS Lothian Charity atas nama Royal Edinburgh Hospital.
NHS Lothian Charity mendukung pasien, keluarga, dan staf layanan kesehatan di wilayah Edinburgh serta Lothian. Dana dari penjualan gaun secara khusus ditujukan untuk mendukung Royal Edinburgh Hospital.
Rumah sakit tersebut menyediakan berbagai layanan kesehatan mental spesialis bagi pasien dari sejumlah wilayah di Skotlandia yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan khusus.
Hubungan dengan kegiatan amal menjaga pola yang dimulai Diana sendiri. Ketika menjual gaunnya pada 1997, ia tidak melakukannya sebagai transaksi komersial biasa, melainkan untuk mengumpulkan dana bagi lembaga sosial.
Pemilik berikutnya juga menggunakan Revenge Dress dalam acara penggalangan dana sebelum akhirnya menyimpannya selama bertahun tahun.
Little Black Dress Mendapat Posisi Baru lewat Diana
Busana hitam pendek sebenarnya bukan hal baru ketika Diana mengenakan rancangan Stambolian. Little black dress telah menjadi bagian penting dari fesyen perempuan selama beberapa dekade.
Sotheby’s menelusuri popularitas konsep tersebut hingga Coco Chanel pada 1926. Chanel membantu mengubah warna hitam yang sebelumnya sangat dekat dengan pakaian berkabung menjadi simbol kesederhanaan dan keanggunan.
Pada Diana, konsep tersebut mendapat bentuk yang lebih berani. Potongan bahu terbuka dan panjang di atas lutut berbeda dari pakaian resmi kerajaan yang lebih konservatif.
Revenge Dress kemudian ikut melahirkan istilah revenge dressing. Frasa tersebut digunakan untuk menggambarkan pilihan pakaian yang sengaja dibuat lebih berani setelah perpisahan, skandal, atau peristiwa pribadi yang mendapat perhatian publik.
Fenomena serupa kemudian muncul pada berbagai selebritas. Busana dipakai bukan hanya agar terlihat menarik, tetapi untuk menunjukkan kendali atas citra yang dilihat publik.
Menurut penulis, alasan Revenge Dress terus dikenang adalah karena gaun itu terlihat sederhana jika dilepaskan dari sejarahnya. Baru ketika diketahui siapa yang mengenakan, kapan dipakai, dan apa yang terjadi pada malam tersebut, nilainya berubah sepenuhnya.
Koleksi Putri Diana Terus Menarik Pemburu Barang Bersejarah
Busana dan barang pribadi Diana berkali kali memperoleh harga tinggi di pasar koleksi. Minat tidak terbatas pada pakaian yang dikenakan dalam acara kerajaan.
Gaun beludru biru rancangan Victor Edelstein yang dipakai Diana ketika berdansa dengan John Travolta di Gedung Putih pernah terjual seharga ratusan ribu pound sterling. Kerry Taylor Auctions mencatat gaun tersebut terjual sekitar 200.000 pound sterling dalam lelang 2013.
Barang lain yang berhubungan dengan malam Revenge Dress juga mulai dicari kolektor. Vogue mencatat Jaguar XJ40 Sovereign hijau yang digunakan Diana saat tiba di Serpentine Gallery terjual seharga 66.250 pound sterling pada Juni 2026.
Nilai semacam itu menunjukkan bahwa sejarah pemakaian dapat mengubah sebuah benda biasa menjadi barang koleksi bernilai tinggi.
Pada Revenge Dress, hubungan tersebut bahkan lebih kuat karena foto Diana mengenakannya telah beredar selama lebih dari 30 tahun melalui majalah, buku, dokumenter, pameran, dan produksi televisi.
Penawar Akan Membeli Sejarah, Bukan Sekadar Gaun
Ketika lelang dibuka pada 9 Desember, pembeli akan menilai lebih dari keadaan kain. Mereka juga mempertimbangkan asal usul, riwayat kepemilikan, dokumentasi foto, serta kedudukan Revenge Dress dalam budaya populer.
Estimasi 150.000 dolar AS sampai 300.000 dolar AS masih dapat terlampaui apabila muncul dua atau lebih kolektor yang sama sama berambisi memilikinya. Rumah lelang menggunakan estimasi sebagai panduan, bukan batas harga akhir.
Identitas pembeli juga belum tentu diketahui publik. Penawar dapat berasal dari kolektor pribadi, museum, yayasan, perusahaan, atau lembaga yang mengumpulkan benda bersejarah.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah gaun akan kembali dipamerkan setelah berpindah tangan. Pemilik pribadi dapat menyimpannya selama bertahun tahun seperti keluarga Mackenzie, sedangkan museum berpeluang menjadikannya bagian dari pameran tentang Diana, kerajaan Inggris, atau sejarah fesyen.
Untuk sementara, publik masih memiliki kesempatan melihat Revenge Dress sebelum masuk ruang penyimpanan pemilik berikutnya. London menjadi pemberhentian pertama pada 18 September, dilanjutkan Hong Kong, Geneva, dan New York.
Tiga puluh dua tahun setelah Diana melangkah keluar dari mobil di Kensington Gardens, gaun yang pernah dianggap terlalu berani itu kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini bukan karena acara kerajaan atau wawancara televisi, melainkan karena palu lelang yang akan menentukan siapa pemilik berikutnya pada 9 Desember 2026.



Comment